Cekisu.com – Sempat khawatir terhadap anak yang belum pulang setelah ikut demo tolak revisi UU Pilkada 2024, pedangdut Machica Mochtar akhirnya bisa bernapas lega.
Sebab ia berhasil menemui anaknya, Iqbal Ramadhan, yang sempat ditangkap oleh pihak kepolisian.
Iqbal merupakan Asisten Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang ikut demo. Setelah berhasil menemui anaknya di Polda Metro Jaya, Machica membeberkan kondisi Iqbal.
Menurut Machica, hidung anak lelakinya tersebut patah akibat ditendang oknum yang menggunakan sepatu laras. Dadanya juga nyeri serta kakinya bengkak.
“Ditendang pakai sepatu laras oleh tentara. Jadi anak saya kakinya bengkak. Terus hidungnya ditendang, mukanya dihajar pakai sepatunya tentara itu,” kata Machica.
“Dada dan mukanya ini bengkak semua. Tapi katanya sudah diobatin, dibersihin, karena keluar darah kan, sudah dibersihin. Tapi dia masih rasa nyeri di wajahnya dia,” sambungnya.
Ia menceritakan anaknya ditangkap polisi. Awal mula Iqbal berada di garda terdepan barisan para pendemo di depan Gedung DPR/MPR RI. Lantaran ricuh, ia juga diamankan karena sedang membantu teman-temannya.
“Itu Iqbal, dia kan di depan. Terus temannya itu ditarik sama polisi, dia mau nolong temannya. Dia mau tarik temannya supaya enggak diambil kan sama tentara-tentara itu. Jadi, dia tarik temannya, dia pun ditarik. Nah, temannya yang lain ditarik lagi semua,” jelasnya.
Machica juga mengatakan putranya tidak anarkis dalam aksi demo tersebut. Sayangnya, Iqbal tetap ditangkap hingga mendapatkan kekerasan.
“Padahal mereka tidak anarkis, katanya, ‘Enggak anarkis kok, Bunda saya. Saya di depan’, saya bilang, ‘Terus kenapa kamu mau?’ ‘Saya mau nolong teman saya’. Katanya, itu teman saya ditarik sama tentara. Jadi, saya tarik dia, saya mau tolong dia supaya enggak ditarik lagi dia. Temannya yang lain pun nolong Iqbal, itu pun ditarik semua. Enggak ngira-ngira juga ya aparat ini,” ungkap Machica.
Machica juga meluapkan amarahnya setelah mengetahui putranya ditangkap. Machica merasa tidak terima dengan perlakuan oknum aparat.
“Kita berdarah-darah nyekolahin anak, anak kami diperlakukan seperti ini, enggak terima saya, saya nggak terima sebagai orang tua, jangan karena Anda semua berkuasa memperlakukan anak saya semena-mena memperlakukan anak generasi muda, masa depannya bangsa ini, masa depan republik ini,” ungkap Machica.
Selain itu, barang-barang milik Iqbal juga masih disita. Di antaranya ada telepon seluler, tas, dan dompet.
Setelah dibebaskan, anak Machica akan dibawa ke Rumah Sakit Pertamina terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan fisik setelah mendapat kekerasan. ***






