Diidap Alice Norin, Apa Itu Kanker Sarkoma?

kanker sarkoma
Ilustrasi pasien di rumah sakit. (Foto: Pexels/Stephen Andrews/Suara.com)

Cekisu   Alice Norin mengidap kanker sarkoma bahkan hingga harus menjalani operasi angkat rahim. Lalu apa itu kanker sarkoma? Berikut penjelasannya.

Alice Norin divonis mengidap kanker sarkoma dan menceritakan penyakit yang dialaminya melalui unggahan di Instagram @alicenorin, Jumat, 16 Februari 2024.

Bacaan Lainnya

Melansir Cleveland Clinic, sarkoma adalah jenis tumor ganas (kanker) langka yang berkembang di tulang dan jaringan ikat. Seperti lemak, otot, pembuluh darah, saraf, dan jaringan yang mengelilingi tulang dan sendi.

Gejalanya bergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Perawatannya meliputi pembedahan, radiasi, kemoterapi, terapi bertarget, dan imunoterapi.

Sarkoma dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa. Pada umumnya sarkoma jaringan lunak lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Gejala dan Penyebab

Sarkoma terbentuk saat sel-sel tulang atau jaringan lunak yang belum matang mengalami perubahan pada DNA-nya. Lalu berkembang menjadi sel-sel kanker yang tumbuh dengan cara yang tidak diatur.

Mereka akhirnya dapat membentuk massa atau tumor yang dapat menyerang jaringan sehat di sekitarnya.

Jika tidak diobati, kanker dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik dari lokasi utama pembentukannya ke organ lain (metastasis). Kanker yang bermetastasis sulit untuk diobati.

Di sisi lain, melansir Mayo Clinic tak hanya di rahim kanker sarkoma bisa tumbuh di bagian-bagian lunak yang ada di tubuh manusia. Sarkoma dibagi dalam dua kelompok utama yakni sarkoma jaringan lunak dan sarkoma tulang.

Sarkoma jaringan lunak berasal dari jaringan lunak tubuh dan paling sering ditemukan di lengan, kaki, dada, atau perut.  Sedangkan sarkoma tulang merupakan tumor tulang primer dan banyak berkembang di tulang.

Pengidap kanker sarkoma akan mengalami gejala seperti muncul benjolan yang bisa terasa saat kulit diraba. Lalu rasa nyeri mulai muncul, sakit di bagian perut. Selain itu bisa menurunkan berat badan tanpa melakukan diet. Kemudian jika terjadi di tulang, bisa menyebabkan patah tulang yang tidak terduga.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *