Tawuran di Cipaku Bogor, Pemuda Tewas Terkena Sabetan Celurit

tawuran bogor
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila. (Ibnu/Bogordaily.net)

Cekisu.com    Tawuran terjadi antar dua kelompok di perlintasan rel kereta api Cipaku Kota Bogor mengakibatkan seorang pria tewas terkena sabetan celurit.

Tawuran kembali menelan korban di Bogor. Minggu, 12 November 2023 malam, tepatnya di rel kereta api Kampung Neglasari, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor seorang pria meregang nyawa.

Bacaan Lainnya

Korban Muhamad Herdiansyah Sutisna (22) warga Neglasari meninggal dunia setelah terkena sabetan senjata tajam jenis celurit di bagian kepala.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tawuran di Bogor yang mengakiabtkan seorang pria tewas bermula salah satu kelompok berkumpul di rel kereta api sekitar pukul 23.30 WIB. Dengan jumlah kurang lebih 20 orang.

Tawuran kemudian terjadi usai azan subuh sekitar pukul 04.05 WIB. Korban yang merekam kejadian berada paling belakang dan terkena sabetan benda mirip celurit.

Selanjutnya korban segera dibawa ke Rumah Sakit Melania oleh rekan-rekannya. Namun pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah tidak bernyawa.

Sementara itu Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota menangkap pelaku utama berinisial RR (19).

Pelaku warga Kelurahan Rangga Mekar diamankan oleh Tim Opsnal di wilayah Cikereteug, Kabupaten Bogor Senin, 13 November 2023.

Kepala Satreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Rizka Fadhila mengatakan, pemeriksaan terhadap pelaku utama masih berlangsung.

Pelaku utama pembacokan hingga menyebabkan korban meninggal sudah kita amankan. Saat ini, pemeriksaan masih berjalan, ujar Kompol Rizka.

Dalam penggerebekan tersebut, Tim Opsnal menyita dua buah celurit yang diduga digunakan untuk melukai korban.

Kompol Rizka menekan pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik kejadian tersebut. (Ibnu Galansa)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *